Dampak Buruk Stress Bagi Kesehatan

Posted by


Persoalan hidup yang beranekaragam tak jarang membuat kita stress dalam menghadapinya. Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi juga dapat meningkatkan resiko stress terhadap seseorang. stress merupakan kondisi ketegangan yang akan bisa mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi diri seseorang. stress yang terlalu berat dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, baik kesehatan fisik maupun psikologis. Berikut ini akan dijelaskan dampak buruk stress bagi kesehatan.

Siapa sih yang beresiko mengalami stress? Semua orang beresiko mengalami stress, namun berbeda-beda tingkatannya entah itu ringan, sedang ataupun berat. Stress dapat disebabkan oleh berbagai faktor misalnya tekanan ekonomi, pekerjaan, kebutuhan hidup, masalah keluarga, percintaan, lingkungan tempat tinggal, dan masalah lainnya. Stress dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan meredanya permasalahan yang dihadapi, namun tak jarang ada yang merasa kesulitan untuk menghadapinya.

Stress yang berkepanjangan biasanya diakibatkan oleh beban mental yang terus menerus dialami oleh seseorang, yang dipicu oleh rasa bersalah, kesedihan atau kekecewaan yang mendalam akan suatu kejadian atau tindakan yang dilakukan. Stress berat atau berkepanjangan jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi kesehatan, baik kesehatan fisik maupun psikologis. Reaksi fisik dan psikologis atas beban mental ini akan merangsang pelepasan hormone kartisol yang memiliki efek merusak tubuh.

Apa itu hormone kartisol? Mengapa pelepasan hormone kartisol dapat merusak tubuh? Hormone kartisol merupakan hormone yang dibuat oleh dua kelenjar adrenal dan itu sangat  penting untuk kehidupan. Kartisol membantu menjaga tekanan darah, fungsi kekebalan tubuh, dan proses anti-inflamasi tubuh. Jika tubuh melepaskan hormone kartisol maka tubuh tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya atau dengan kata lain tubuh akan rusak.

Apa saja tanda gejala stress itu? Berikut ini beberapa tanda gejala orang yang sedang menglami stress dan depresi
  • Insomnia
  • Sembelit, diare, sakit perut
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Depresi
  • Mudah marah
  • Nafsu makan tidak teratur
  • Mengucilkan diri
  • Tubuh mudah terserang penyakit
Apakah ada hubungannya antara stress dan penyakit? Iya benar, ada hubungannya. Menurut penelitian beberapa ilmuan, stress akut akan menurunkan imunitas dan daya tahan tubuh manusia sehingga tubuh akan lebih mudah terserang berbagai jenis penyakit terutama yang berkaitan dengan imunitas tubuh. Penyakit apasaja yang dapat terjadi pada seseorang yang mengalami stress?

Orang yang mengalami stress sangat beresiko atau mudah terkena berbagai jenis penyakit. Penyakit apa saja kah itu? Diantara sebagai berikut.

  • Jantung
 
Pada kondisi stress, tubuh melepas hormone yang memicu jantung berdetak lebih kencang serta menyempitkan pembuluh darah. Jika dibiarkan ondisi ini dapat berakibat buruk terhadap kesehatan jantung dan memicu terjadinya stroke.

  • Depresi
 
Depresi merupakan salah satu jenis gangguan psikologis dimana seseorang merasa sedih yang terus menerus, murung, tidak bahagia bertambah meningkat dan juga merasa tidak ada asa lagi. Jika depresi ini dibiarkan berkelanjutan, maka depresi akan berpengaruh terhadap penurunan kondisi tubuh secara fisik, gangguan kesehatan mental akut, bahkan sampai bisa terjadi resiko kematian.

  • Otak
 
Stres dapat menghambat dan memperlambat proses berpikir Anda. Saat mengalami stres berat, memutuskan untuk makan malam apa dan di mana atau mengingat jalan pulang saja terasa sulit.

  • Emosi tidak stabil atau mudah emosi
 
Anda akan mudah merasa frustasi dan cepat kehilangan kesabaran. Penderita stres berat mudah menangis bahkan dalam situasi yang sebenarnya biasa saja.

  • Gigi dan gusi
 
Stres bisa membuat Anda tanpa sadar terus-menerus menggertakkan atau menggerus gigi. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kebiasaan ini bisa menyebabkan masalah pada sendi di rahang Anda. Gusi pun tidak luput dari penyakit, baik akibat dari kebiasaan ini maupun karena kurangnya kebersihan mulut. Orang yang stres cenderung tidak peduli dengan kebersihan tubuh.

  • Perut
 
Pernahkah Anda merasa sakit perut saat berada dalam tekanan? Ya, stres memang dapat membuat penderitanya sering mual, muntah, dan diare. Bahkan, orang yang sudah menderita gangguan pencernaan (misalnya GERD atau tukak lambung) akan merasakan gejala yang lebih parah ketika stres.

  • Rambut
 
Kerontokan adalah keluhan yang umum dialami oleh penderita stres berat. Hal ini biasanya terjadi selama 3 bulan sejak awal stres, dan akan tumbuh kembali dalam waktu satuh tahun.

Berbagai jenis penyakit diatas telah membuktikan bahwa stress sangat berdampak buruk bagi kesehatan, tidak hanya fisik namun juga mental atau psikologis.  Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus menghindari stress. Jika tubuh maupun pikiran sudah lelah dengan segudang pekerjaan atau aktivitas lebih baik luangkan waktu sejenak untuk merefres otak kita. Bisa dengan pergi jalan-jalan kepantai bersama keluarga, melakukan hobi, seperti memancing, atau melakukan relaksasi.

Relaksasi seperti apa yang dimaksudkan? Relaksasi merupakan proses melepaskan ketegangan dan mengembalikan keseimbangan baik pikiran maupun tubuh. Teknik relaksasi sangat penting dalam mengelola stress, seperi yoga dan meditasi. Selain dengan teknik relaksasi anda juga dapat melakukan terapi otak untuk mengembalikan keseimbangan pikiran maupun tubuh anda. Terapi otak yang dimksud adalah terapi otak bebas stress

Dengan melakukan terapi otak bebas stress, anda akan merasakan energi pembersih yang mengalir ke semua bagian tubuh dan otak. Aliran energi positif akan Anda rasakan, bersamaan dengan itu perasaan tertekan yang mengganggu Anda akan berangsur hilang. Informasi lebih lanjut tentang terapi otak bebas stress silahkan klik disini


Blog, Updated at: 00.10

0 komentar:

Posting Komentar